Bug VPN Android 16 Belum Diperbaiki Selama 7 Bulan
TL;DR
Sejumlah perusahaan VPN memperingatkan adanya bug persisten pada Android 16 yang secara diam-diam memutus koneksi terowongan (tunnel) mereka, bahkan terkadang tanpa peringatan yang jelas kepada pengguna. SquirrelVPN bersama penyedia layanan lain seperti WireGuard dan Mullvad menyatakan bahwa masalah ini muncul setelah pembaruan aplikasi rutin dilakukan. Dampaknya, perangkat bisa kehilangan perlindungan atau terputus sepenuhnya dari koneksi internet hingga ponsel dimulai ulang (reboot) atau aplikasi VPN dipasang kembali. Google telah mengakui laporan tersebut melalui Issue Tracker miliknya, namun belum memberikan komitmen terkait solusi maupun jadwal perbaikannya.
Dampak Teknis pada Perangkat Android 16
Berdasarkan catatan pengembang dari aplikasi yang terdampak, tumpukan jaringan (network stack) pada Android 16 dapat mengalami malfungsi saat aplikasi VPN diperbarui dalam kondisi koneksi aktif. Dalam kondisi ini, aplikasi VPN itu sendiri terblokir dari akses internet, sehingga terjebak dalam siklus "menghubungkan" (connecting) yang tidak berujung. Pengguna mungkin tidak melihat pesan kesalahan yang jelas, dan tergantung pada pengaturan yang digunakan, mereka bisa kehilangan seluruh koneksi internet atau justru lalu lintas non-VPN mengalir secara normal di luar terowongan enkripsi (tunnel).

Laporan yang masuk menunjukkan pola yang konsisten di berbagai implementasi: SquirrelVPN menggunakan standar VpnService Android dengan antarmuka TUN, sementara WireGuard menggunakan pasangan driver ruang kernel/pengguna miliknya sendiri. Para penyedia layanan menyatakan bahwa faktor pemicu utamanya adalah cara Android 16 menangani layanan VPN setelah aplikasi diperbarui melalui Google Play saat sesi koneksi masih berjalan.
Akar Masalah Kegagalan Pembaruan
Para pengembang mencurigai adanya masalah pada cara Android menerapkan kembali aturan jaringan per aplikasi setelah proses pembaruan selesai. Saat pembaruan terpasang, sistem akan menghentikan sementara dan memulai ulang komponen yang terikat pada UID aplikasi tersebut. Jika aturan firewall atau perutean (routing) yang terkait dengan layanan VPN tertahan dalam kondisi usang atau kontradiktif, proses VPN tidak dapat menjangkau jaringan untuk membangun kembali terowongan enkripsi—meskipun antarmuka pengguna masih menunjukkan status sedang mencoba terhubung.

Kegagalan ini tampaknya terjadi secara intermiten (tidak menentu). Para penyedia layanan menggambarkannya sebagai kejadian langka pada satu siklus pembaruan tunggal, namun cukup sering terjadi di jutaan perangkat hingga memicu laporan kendala harian ke tim dukungan pelanggan. Bug ini dilaporkan memengaruhi tumpukan jaringan Android 16 dan dapat terpicu setelah aplikasi VPN diperbarui. Sebagaimana dicatat dalam Google Issue Tracker, melakukan reboot perangkat secara penuh, atau menghapus lalu menginstal ulang aplikasi, dapat membersihkan aturan yang macet tersebut dan memulihkan fungsi normal.
Risiko Terhadap Privasi dan Keamanan Pengguna
Android dilengkapi dengan dua fitur keamanan krusial: Always-on VPN, yang berupaya menjaga terowongan enkripsi tetap aktif setiap saat, serta fitur "Blokir koneksi tanpa VPN", yang mencegah lalu lintas data apa pun melewati jalur di luar VPN. Bug yang ditemukan saat ini melemahkan kedua skenario tersebut. Saat fitur pemblokiran diaktifkan, pengguna bisa tiba-tiba kehilangan seluruh koneksi internet tanpa menyadari bahwa pembaruan aplikasi lah yang memicu pemblokiran tersebut. Sebaliknya, jika fitur pemblokiran dinonaktifkan, koneksi VPN bisa terputus sementara aplikasi lain terus mengirimkan data, yang meningkatkan risiko kebocoran data yang tidak disengaja.
StatCounter memperkirakan bahwa Android menguasai sekitar 70% pangsa pasar sistem operasi seluler global. Sementara itu, data survei dari perusahaan seperti GlobalWebIndex menunjukkan bahwa sekitar 30–35% pengguna internet menggunakan layanan VPN. Bagi organisasi atau perusahaan yang menerapkan kebijakan VPN selalu aktif dan pengetatan akses pada ponsel operasional karyawan, celah keamanan ini dapat memutus akses ke sumber daya internal secara tak terduga dan mengganggu implementasi kebijakan zero-trust.
Solusi Sementara dan Mitigasi yang Direkomendasikan
- Segera lakukan reboot atau muat ulang perangkat jika VPN Anda tertahan dalam status "menyambungkan" (connecting) setelah aplikasi diperbarui.
- Putuskan koneksi VPN secara manual sebelum melakukan pembaruan melalui Google Play Store, lalu sambungkan kembali setelah proses pembaruan selesai.
- Pertimbangkan untuk menonaktifkan fitur pembaruan otomatis pada aplikasi VPN Anda hingga perbaikan resmi dirilis, terutama jika Anda sangat bergantung pada fitur always-on atau mode penguncian.
- Setelah melakukan pembaruan apa pun, pastikan perlindungan tetap aktif dengan memeriksa lokasi IP Anda di dalam aplikasi VPN atau melalui situs pengecek terpercaya.

Para pengembang saat ini sedang menjajaki berbagai langkah mitigasi dari sisi aplikasi: menunda restart layanan tepat setelah pembaruan, memberikan perintah kepada pengguna untuk melakukan reboot, atau mendeteksi status terblokir dan melakukan siklus ulang VPN secara otomatis dan terkendali. Namun, mereka menegaskan bahwa perbaikan di tingkat platform tetap diperlukan untuk memastikan aturan jaringan diterapkan kembali dengan bersih setelah pembaruan. Pengguna sangat dianjurkan untuk mengirimkan laporan bug dan log kepada tim Android saat masalah ini terjadi guna membantu mengidentifikasi akar permasalahannya.
Analis VPN ahli dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di bidang privasi daring dan keamanan siber. Spesialis dalam teknologi VPN, keamanan digital, dan perlindungan privasi. Memiliki dedikasi tinggi untuk membantu pengguna memahami dunia keamanan siber yang kompleks dan membuat konfigurasi VPN dapat diakses oleh semua orang di seluruh dunia.
Lindungi kehidupan digital Anda dengan wawasan terbaru dan teknologi keamanan mutakhir. Kunjungi squirrelvpn.com untuk menjelajahi layanan kami dan tetap selangkah lebih maju dari ancaman privasi yang terus berkembang.